SUMENEP, MaduraPost – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim Cabang Sumenep terus memperkuat transformasi layanan digital melalui aktivasi aplikasi New JConnect.
Langkah tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
Kegiatan aktivasi layanan digital itu digelar sebagai upaya memperluas penggunaan transaksi non-tunai sekaligus meningkatkan kemudahan akses layanan perbankan bagi masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sumenep.
Pimpinan Bank Jatim Cabang Sumenep Bambang Eko Budi Prakoso, menyebut New JConnect menjadi bagian dari inovasi pelayanan perbankan yang dirancang agar masyarakat semakin mudah melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja.
“Melalui New JConnect, masyarakat dapat menikmati berbagai layanan perbankan secara lebih praktis, cepat, dan aman. Kami berharap penggunaan aplikasi ini terus meningkat di Sumenep,” ujar Bambang, Kamis (7/5).
Ia menjelaskan, digitalisasi layanan menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi dan tingginya aktivitas transaksi masyarakat. Karena itu, pihaknya terus mendorong edukasi sekaligus aktivasi langsung kepada nasabah.
Sementara itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan dukungannya terhadap penguatan layanan digital yang dilakukan Bank Jatim.
Menurutnya, pemanfaatan layanan keuangan digital akan membantu meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami mendukung langkah Bank Jatim dalam memperluas penggunaan layanan digital melalui New JConnect. Ini menjadi bagian dari adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus memudahkan masyarakat dalam bertransaksi,” kata Bupati Fauzi.
Bupati Fauzi juga mengajak ASN dan masyarakat Sumenep untuk mulai memanfaatkan layanan digital perbankan dalam aktivitas sehari-hari, sehingga transaksi menjadi lebih efektif dan efisien.
Dengan adanya aktivasi New JConnect tersebut, Bank Jatim Cabang Sumenep berharap ekosistem transaksi digital di Kabupaten Sumenep semakin berkembang dan mampu mendorong percepatan inklusi keuangan di daerah.***






