BPRS Dorong Layanan Call Center 112 Pemkab Sumenep Berjalan Maksimal

  • Bagikan
Hairil Fajar, Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar, saat diwawancara media ini beberapa waktu lalu. (M. Hendra. E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah meluncurkan layanan Call Center 112. Dimana layanan tersebut guna meningkatkan kebutuhan masyarakat.

Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) Call Center 112 Pemkab Sumenep itu memang menjadi salah satu tagline “Bismillah Melayani” Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi-Dewi Khalifah.

Demi menunjang layanan ini, BPRS Bhakti Sumekar juga memiliki peran penting di dalamnya. Salah satunya dengan memberikan pengadaan ketersediaan fasilitas atau inventaris layanan Call Center 112 tersebut.

Direktur Operasional BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar mengatakan, jika dalam program Bupati dan Wakil Bupati Sumenep itu akan terus memberikan support.

“Kami membantu perangkat penunjang, seperti komputer dan perangkat lainnya,” kata Fajar, Sabtu (28/8).

BACA JUGA :  Dalam Keadaan Gerimis, Kades Montor Terjun Langsung Menyalurkan BLT-DD ke Warganya

Pihaknya berharap, adanya layanan Call Center 112 untuk masyarakat bisa memudahkan segala bentuk aduan yang diterima oleh Pemkab setempat. Selain itu, dapat mencegah adanya kedaruratan yang terjadi di masyarakat.

“Ini kan program Bapak Bupati. Call Center 112 kan layanan kedaruratan, harapannya pasti maksimal melayani masyarakat, kita diminta, kita all out support,” jelasnya.

Hingga saat ini, BPRS Bhakti Sumekar terus menjadi mitra dalam bermuamalah. Oleh karenanya, kata dia, Bank yang dipimpinnya itu pasti akan selalu hadir bersama pemerintah untuk menyukseskan program-program pemerintah daerah.

“Jika itu berkenaan dengan pelayanan terbaik kepada masyakarat, Bank BPRS akan selalu mensupport pemerintah,” tegasnya.

Sekedar informasi, layanan panggilan darurat melalui Call Center 112 ini meliputi layanan ambulance gawat darurat, penanganan kebakaran, penanganan kejadian kecelakaan lalu lintas, penanganan kejadian tindak kriminal seperti pembunuhan, pencurian dengan kekerasan, penanganan kejadian terorisme, dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga.

BACA JUGA :  Siswa di Kepulauan Sumenep Akan Masuk Kembali, Guru Akan di Rapid Test

Selain itu, layanan penanganan kebencanaan seperti penanganan pohon tumbang dengan korban atau terganggunya aktivitas masyarakat, penanganan hama pengganggu manusia, hewan buas atau berbisa, penanganan kerusakan konstruksi yang mengakibatkan korban atau terganggunya aktivitas masyarakat, penanganan masalah sosial masyarakat, permintaan penyelamatan manusia, dan penanganan kegawatdaruratan lainnya.

Program tersebut sudah diluncurkan Bupati Fauzi bertepatan dengan peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2021 kemarin. Dengan hadirnya layanan Call Center 112, warga Sumenep akan mudah mendapat layanan dari Pemkab Sumenep. Layanan ini tersedia selama 24 jam, dan tersedia untuk semua operator dengan bebas biaya.

BACA JUGA :  Proyek Tandon Covid-19 Sarat Korupsi, BPBD Pamekasan Didemo Mahasiswa

Bupati Fauzi menerangkan, jika seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat selalu siap siaga selama 24 jam.

Dia menyatakan, agar pimpinan OPD dan Camat cepat merespon setiap ada laporan warga yang masuk. Mereka semua diminta untuk selalu mengaktifkan telepon selulernya.

“Jadi jangan sampai ada HP kepala OPD yang dimatikan, agar mengetahui jika ada kejadian yang membutuhkan penanganan secepatnya,” imbaunya.

Disamping itu, pihaknya meminta, pimpinan OPD, Camat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) membatu sosialisasikan program layanan Call Center 112 kepada masyarakat.

“Sehingga manakala ada kejadian, masyarakat segera lapor,” tandasnya.

  • Bagikan