Belum Sampai Satu Tahun Proyek Plengsengan di Dusun Aing Rasa Laok Palesanggar Hancur

Avatar
Proyek plengsengan di Dusun Aing Rasa Laok Desa Palesanggar Kecamatan Pegantenan Pamekasan yang sudah tampak hancur.(foro: chandra/kontributor)

PAMEKASAN, Madurapost.co.id – Proyek Pemerintah akhir – akhir ini banyak terpantau hancur sebelum mencapai 1 tahun,salah satunya seperti proyek plengsengan di Dusun Aing Rasa Laok Desa Palesanggar Kecamatan Pegantenan Pamekasan,Minggu (30/06/2019)

Pantauan Madurapost,Proyek tersebut sudah nampak hancur dan tidak lagi berwujud layaknya sebuah bangunan plengsengan. Sayangnya proyek tersebut tidak diketahui dari anggaran daerah, provinsi ataupun pusat karena sepanjang bangunan proyek tidak nampak adanya plat prasasti yang menjelaskan keterangan proyek tersebut.

BACA JUGA :  Berikut Identitas Mayat Laki Laki yang Ditemukan Meninggal di Sawah Desa Teja Barat

Menurut warga yang sedang bertani disekitar proyek remuk tersebut, proyek tersebut belum sampai 1 tahun sudah remuk.

“kalau seingat saya belum setahun proyek ini dibangun. Kalau penyebab hancurnya saya kurang tahu pak. Kan sudah biasa kalau proyek pemerintah yang dikerjakan itu gak bisa bertahan lama, namanya juga pelaksananya ingin cepat kaya pak,” ungkap salah seorang warga.

BACA JUGA :  Oknum Bidan Puskesmas Banyuanyar Sampang, Diduga Bugil Dengan Selingkuhan

Terkait siapa yang melaksanakan proyek tersebut, warga juga tidak mengetahuinya hanya menghimbau agar langsung menemui kepala desa.

“kurang tahu pasti pak. Tapi mungkin lebih jelasnya tanyakan sama Lutfi Kepala Desa Palesanggar sini pak,” imbuhnya.

Direruntuhan bangunan tersebut rongga bangunannya sangat jelas terlihat dan besar. Seolah nampak renggang dan bagian dasarnya seperti tidak ditanam kedalam tanah dan hanya diletakkan di atas permukaan tanah.

BACA JUGA :  Partai Hanura Gelar Pelantikan Pengurus Baru PAC dan DPC se Kabupaten Bangkalan

Warga sekitar hanya berharap pemerintah lebih selektif dan mengawasi pekerjaan proyek dengan seksama. Agar anggaran pemerintah lebih terserap maksimal dan tidak menimbulkan kerugian baik dari pemerintah maupun warga.(mp/chan/rul)