Scroll untuk baca artikel
DaerahHeadlinePemerintahan

Banyak Warga Miskin Tidak Terdata di Sampang, Alan Kaisan Pertanyakan Kinerja Dua OPD

41
×

Banyak Warga Miskin Tidak Terdata di Sampang, Alan Kaisan Pertanyakan Kinerja Dua OPD

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, MaduraPost – Beberapa hari ini Kabupaten Sempang dikejutkan dengan berita di sejumlah media tentang banyaknya warga miskin yang tidak terdata oleh Pemerintah kabupaten Sampang.

Salah satunya adalah saat Bupati Sampang, H.Slamet Junaidi turun langsung ke Desa Banjar Tabulu Kecamatan Camplong, Bupati Sampang menemukan kehidupan nenek renta yang tidak pernah tersentuh oleh Bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Begitu juga dengan warga Desa Bira Tengah Sokobanah Sampang, yang saat itu menjadi perbincangan publik ketika Slamet Ariyadi, anggota DPR RI mengunjungi kediaman keluarga Bapak rasad yang tinggal dirumah kumuh dan tidak pernah mendapat Bantuan dari Pemerintah.

Baca Juga :  Konflik Memanas! Kuasa Hukum LL Bongkar Fakta, Warek I UNIBA Madura Beri Pernyataan Berlawanan

Peristiwa tersebut membuat anggota DPRD Kabupaten Sampang, Alan Kaisan, mempertanyakan kinerja dua Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sampang, yakni Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Menurutnya, dua pembantu Bupati Kinerjanya sangat buruk. Minggu (03/05/2020).

“Dinsos ini berarti tidak melakukan pendataan hingga kebawah terkait warga miskin, seharusnya ada binaan karena mereka sudah lanjut usia. Karena disana sudah ada program pengentasan kemiskinan, PKH, BPNT dan lainnya,” ujar Alan.

Baca Juga :  Bupati Baddrut Tamam Lantik 73 Administrator dan Pejabat Pemkab Pamekasan

Selain Dinas Sosial, Politisi Partai Gerindra tersebut juga mempertanyakan bobroknya cara kerja yang dikakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Menurutnya, kurangnya koordinasi dibawah strukturalnya membuat warga miskin yang ada di desa banyak yang tidak terurus.

“Harusnya ada koordinasi dengan kecamatan dan desa, sehingga warga miskin di desa bisa diketahui dan terdata, minimal di usulkan untuk mendapatkan bantuan,” tambahnya.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Kejari Bangkalan Layani Tilang dan Sidang Via Online

Pihaknya juga meminta kepada Bupati Sampang untuk melakukan evaluasi total terhadap pejabat struktural, Terutama pada dua OPD yang dimaksud, Sehingga tidak ada lagi program yang tidak jelas out-come-nya.

“Saya berharap tahun depan tidak ada lagi warga miskin yang tidak terdata dan tidak tertangani,” pungkasnya. (Mp/ron/lam)