Bak Seorang Bandit, PD Sekaligus ASPRI Bupati Pamekasan Melakukan Ancaman

  • Bagikan
PD sekaligus ASPRI Bupati Pamekasan Abdul Muin dan hasil screenshot group WhatsApp (Mohammad Munir)

PAMEKASAN, MaduraPost – Pasca menjadi perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat karena tidak pernah kerja dapat nilai B (80), ASPRI Bupati Baddrut Tamam yang rangkap jabatan jadi Pendamping Desa (PD) di Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan Abdul Muin kembali berulah.

PD sekaligus ASPRI Bupati Pamekasan yang sepertinya tetap nikmat di Zona nyamannya yang hingga kini belum datang ke setiap desa yang didampinginya tersebut kini melakukan ancaman-ancaman ke PD yang lain.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil screenshot percakapannya (Abdul Muin, red) di group WhatsApp PD P3MD Pamekasan yang dikirim oleh salah seorang anggotanya kepada Wartawan MaduraPost, Senin (22/11/2021).

Dalam percakapannya di group WhatsApp tersebut, Abdul Muin nampak kesal kepada PD bernama Elman karena nge-share pemberitaan tentang dirinya yang mendapat nilai B meskipun tidak kerja.

BACA JUGA :  PPK Kecamatan Proppo dan Larangan Mengaku Membuat Form DA 1 Dalam Tiga Versi

“Arapaah been man…?. Torot man. Bedeh e engkok datanah la. Sateyah akhir taon. Bedeh neng group dinna’ man..! Sapaah beih Mon sateyah yeh, (mau apa kamu man…?. biarkan man datanya saya tau, sekarang akhir tahun, ada di group ini man..! Siapapun kalau sekarang),” katanya mengancam.

Kemudian Abdul Muin juga mengatakan kepada PD yang lain akan menghabisi orang yang diduga menyebar persoalan dirinya. Ia juga mengatakan kepada PD yang lain kalau genderang perang sudah di tabuh.

“Lober Mon sateyah…neng-neng empeyan mangken lek, duduk santai aja ..genderang perang sudah di tabuh.., (kalau sekarang habis…diam kamu sekarang dik, duduk santai, genderang perang sudah di tabuh),” ancamnya.

BACA JUGA :  Siswa Baru Meningkat, SMAN 1 Ketapang Menjadi Tujuan Siswa Lulusan SMP di Pantura

Menanggapi hal itu, salah seorang tokoh pemuda sebut saja Achmad mengatakan, kalau apa yang disampaikan oleh ASPRI Bupati sekaligus PD tersebut sudah tidak patut di contoh kerena penuh dengan ancaman-ancaman.

“Dari sikap dan kepribadiannya, Abdul Muin itu tidak layak menjadi pendamping dan juga ASPRI Bupati, jabatan pendamping bukan untuk menakuti, jabatan ASPRI harusnya memberi contoh, prangai Abdul Muin itu jauh dari sikap sebagai Pendamping dan ASPRI,” kesalnya.

Seharusnya, lanjut Achmad, Abdul Muin mengucapkan terima kasih karena diberitakan dengan benar. Justru, kata dia, Abdul Muin harus marah jika dia di bilang aktif padahal dia tidak aktif, bukan malah melakukan ancaman ancaman.

“Bupati Badrut Tamam dalam hal ini seharusnya memberi sanksi pada aktor ASPRI dan PD tersebut. Bukan malah dininabobokkan, dan Dinas P3MD seharusnya melakukan evaluasi terhadap PD yang tidak aktif, dan Tenaga Ahli (TA) seharusnya memberikan Surat Peringatan (SP), bukan malah memberikan nilai B,” paparnya.

BACA JUGA :  PR Ratoh Ebuh sambut Hari Raya Idul Fitri 1442 Hl

Senada dengan Achmad, Abdus Salam Marhaen selaku Aktivis di Pamekasan mengatakan, Bupati Pamekasan seharusnya berperan untuk penyelamatan Kota Gerbang Salam dari oknum ASPRI dan Pendamping Desa yang mempunyai jiwa dan parangai bandit yang suka mengancam.

“Sebegitu berpengaruh tah Abdul Muin itu kok sampai Bupati Pencitraan itu tidak bisa mengevaluasi, sebegitu takutnya TA kabupaten untuk mengevaluasi kinerja Abdul Muin sehingga tidak berkutik. Jangan-jangan TA Kabupaten juga telah kenak ancaman,” pungkasnya.

  • Bagikan