Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Bahaya Penyakit Leptospirosis, Dinkes P2KB Sumenep Imbau Pentingnya Jaga Hal Ini!

Avatar
36
×

Bahaya Penyakit Leptospirosis, Dinkes P2KB Sumenep Imbau Pentingnya Jaga Hal Ini!

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA. Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Agus Mulyono, saat diwawancara MaduraPost beberapa waktu lalu. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengklaim hingga saat ini belum ditemukan adanya pasien yang terjangkit Leptospirosis. Jumat, 3 Maret 2023.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Agus Mulyono, mengimbau untuk tetap waspada terhadap adanya Leptospirosis selama musim hujan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Untuk penderita Leptospirosis memang belum ada di Kota Keris ini. Tapi warga diharapkan tidak lengah dan selalu menjaga kebersihan lingkungan di musim hujan,” kata Agus menerangkan, Jumat (3/3).

Baca Juga :  Antisipasi Covid-19, Pemkab Bangkalan Semprot Jalan Protokol dengan Cairan Disinfektan

Agus juga mengungkapkan, jika Leptospirosis adalah penyakit berupa bakteri yang ditularkan dari air kencing tikus.

Sebab itu, guna mengantisipasi terjadinya kasus pasien akibat terjangkit bakteri Leptospirosis, masyarakat harus selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah, apalagi saat musim hujan.

Apalagi, kata Agus, ketika hujan deras dan adanya genangan air harus waspada. Sebab, saat banjir terjadi urine tikus mengalir bersama air yang diinjak dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit yang lecet, hingga makanan.

Baca Juga :  DPD Gerindra Jawa Timur Mengaji, Ikhtiyar Hadapi Covid-19

“Sikap siaga harus selalu diterapkan khususnya saat hujan, karena menyangkut maraknya penyakit-penyakit pasca banjir,” jelas Agus.

Bagi masyarakat, saat merasakan sakit seperti panas tinggi, mual, nyeri otot dan persendian di sekujur tubuh segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baik di Puskesmas maupun rumah sakit agar mendapatkan penanganan untuk menghindari kefatalan dari bakteri itu.

Baca Juga :  Apreasiasi Bupati Untuk Seniman di Sumenep, Disbudporapar Dorong Seni dan Budaya Lokal Mendunia

Di mana, penyakit Leptospirosis yang lambat ditangani bisa menyebabkan komplikasi yang menyerang organ lain seperti gangguan pada otak (meningitis), masalah pada pembuluh darah, paru-paru bocor, gagal ginjal, gagal jantung, kelumpuhan hingga kematian.***