SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Kesehatan

Bahaya Penyakit Leptospirosis, Dinkes P2KB Sumenep Imbau Pentingnya Jaga Hal Ini!

Avatar
×

Bahaya Penyakit Leptospirosis, Dinkes P2KB Sumenep Imbau Pentingnya Jaga Hal Ini!

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA. Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Agus Mulyono, saat diwawancara MaduraPost beberapa waktu lalu. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengklaim hingga saat ini belum ditemukan adanya pasien yang terjangkit Leptospirosis. Jumat, 3 Maret 2023.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Agus Mulyono, mengimbau untuk tetap waspada terhadap adanya Leptospirosis selama musim hujan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Untuk penderita Leptospirosis memang belum ada di Kota Keris ini. Tapi warga diharapkan tidak lengah dan selalu menjaga kebersihan lingkungan di musim hujan,” kata Agus menerangkan, Jumat (3/3).

Baca Juga :  Pemdes Tobai Barat Gandeng Bank BASS Sampang Salurkan BLT DD kepada 158 KPM

Agus juga mengungkapkan, jika Leptospirosis adalah penyakit berupa bakteri yang ditularkan dari air kencing tikus.

Sebab itu, guna mengantisipasi terjadinya kasus pasien akibat terjangkit bakteri Leptospirosis, masyarakat harus selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah, apalagi saat musim hujan.

Apalagi, kata Agus, ketika hujan deras dan adanya genangan air harus waspada. Sebab, saat banjir terjadi urine tikus mengalir bersama air yang diinjak dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit yang lecet, hingga makanan.

Baca Juga :  Polsek Torjun Salurkan Bantuan Sembako Kepada Keluarga Purnawirawan Polri di Sampang

“Sikap siaga harus selalu diterapkan khususnya saat hujan, karena menyangkut maraknya penyakit-penyakit pasca banjir,” jelas Agus.

Bagi masyarakat, saat merasakan sakit seperti panas tinggi, mual, nyeri otot dan persendian di sekujur tubuh segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baik di Puskesmas maupun rumah sakit agar mendapatkan penanganan untuk menghindari kefatalan dari bakteri itu.

Baca Juga :  Pemkab Bangkalan Mengadakan Tracing Akibat Pegawai Positif Covid-19

Di mana, penyakit Leptospirosis yang lambat ditangani bisa menyebabkan komplikasi yang menyerang organ lain seperti gangguan pada otak (meningitis), masalah pada pembuluh darah, paru-paru bocor, gagal ginjal, gagal jantung, kelumpuhan hingga kematian.***

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.