SUMENEP, MaduraPost – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office (BO) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat perannya dalam menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan.
Hingga Maret 2026, BRI BO Sumenep telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 602,489,878 miliar kepada pelaku usaha di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Penyaluran KUR tersebut menyasar berbagai sektor produktif, mulai dari pertanian, perikanan, perdagangan, hingga industri jasa dan sektor produksi lainnya yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.
Pimpinan BRI Kantor Cabang Sumenep, Ali Topan, menyampaikan bahwa akses pembiayaan yang lebih luas melalui KUR memberi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas lapangan kerja.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Sumenep melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Sumenep di bidang ekonomi kreatif yang tentunya BRI memiliki peran untuk mendukung pelaku usaha dalam pendanaan usaha maupun peningkatan kapasitas usaha,” ujarnya, Kamis (7/5).
Ia menegaskan, dukungan BRI tidak berhenti pada penyaluran modal semata. Perseroan juga memberikan pendampingan usaha dan literasi keuangan agar para debitur mampu mengelola bisnisnya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen BRI dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan, termasuk di daerah dengan potensi ekonomi unggulan seperti Sumenep.
Dengan fokus pada sektor produktif, BRI BO Sumenep optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” tegas Ali.***






