Scroll untuk baca artikel
Daerah

Warga Sumenep Meninggal Dunia Digotong Menggunakan Ranjang Pasien

Avatar
53
×

Warga Sumenep Meninggal Dunia Digotong Menggunakan Ranjang Pasien

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost – Tersebar video berantai dan viral di media sosial (Medsos) utamanya grup WhatsApp, Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 12.00 WIB, nampak terlihat sejumlah warga histeris di salah satu rumah sakit di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Dalam video yang berdurasi 3 menit 13 detik itu, terlihat sejumlah warga hulu hilir tengah berada di luar ruangan rumah sakit. Terdengar pula suara isak tangis perempuan, hingga laki-laki paruh baya menggotong pasien yang diduga telah meninggal dunia menggunakan bed pasien (Ranjang atau tempat tidur pasien rumah sakit).

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

terlihat laki-laki berkacamata yang mengenakan baju gamis putih tulang dan kopyah hitam seolah seperti keluarga pasien. Si perekam video sempat bertanya dengan apa yang terjadi di luar rumah sakit.

Baca Juga :  Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Polisi Sumenep Akan Segera Terungkap 

“Meninggal di rumah sakit Kalianget,” ujar suara laki-laki di video tersebut, Minggu (24/1).

Si perekam video kembali menanyakan perihal yang terjadi pada salah satu laki-laki yang diduga keluarga pasien. Nampak bed pasien berisi seseorang yang tengah diselimuti kain jarik dan sebuah alas.

“Pak, aneka anapa, ‘Dalam bahasa Madura’ (Pak, ini kenapa) ?,” ucapnya.

Kemudian, laki-laki gemuk mengenakan jaket abu-abu serta bermasker menjawab pertanyaan si perekam video sembari ketar ketir. Dia mengatakan, bahwa sang pasien mulanya memiliki penyakit kencing manis dan divonis Covid-19 hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga :  Konflik Pembangunan Tambak Garam, Kades Gersik Putih Diduga Kabur Hingga Enggan Berkomentar? Kuasa Hukum Sebut Begini

“Sake’ kencing manis, temmo e korona’aghi, ‘Dalam bahasa Madura’ (Ini sakit karena kencing manis, kemudian di positifkan korona),” teriaknya, sambil mendorong bed pasien ke arah pulang menjauh dari rumah sakit tersebut.

Tak henti-hentinya si perekam video menanyakan kepada beberapa orang dengan apa yang terjadi. Misalnya, si perekam video menanyakan tempat lokasi rumah sakit berada, hingga pelayanan rumah sakit sendiri.

Seperti seorang ibu-ibu berkerudung oranye dengan nada emosi melihat salah satu pasien dibawa pihak keluarga dengan cara diangkut dengan ranjang pasien menyisir pinggiran jalan raya.

Baca Juga :  Klarifikasi Proses 5 SHM, Kades dan Warga Alang-Alang Datangi BPN Bangkalan

“Masa’ tada’ ambulanna ?, ta’ bagus pelayanannya, ‘Dalam bahasa Madura’ (Kenapa tidak ada ambulannya, tidak bagus pelayanannya),” tutur perempuan dalam video tersebut.

Suasana seakan mencekam. Sebab, suara teriakan tangis semakin menjadi-jadi hingga video berakhir.

Dikonfirmasi perihal kebenaran video tersebut, media ini mencoba menghubungi Humas rumah sakit islam (RSI) Garam Kalianget. Namun, belum ada respon. Sebab, nomor telfonnya tidak aktif.

Sementara dihubungi melalui pesan WhatsAppnya, belum ada tanggapan. Meski terlihat tengah dibaca di sistem aplikasi WhatsAppnya. (Mp/al)