Scroll untuk baca artikel
Headline

Terkuak Sebab Proyek TPT di Desa Kodik Proppo Pamekasan yang Ambruk

Avatar
×

Terkuak Sebab Proyek TPT di Desa Kodik Proppo Pamekasan yang Ambruk

Sebarkan artikel ini
Terkuak Sebab Proyek TPT di Desa Kodik Proppo Pamekasan yang Ambruk. (Foto: Chandra/Biro Pamekasan)

PAMEKASAN, Madurapost.co.id Setelah bisa menghubungi Kepala Desa Kodik Kecamatan Proppo Pamekasan melalui telepon pada malam hari, kronologi ambruknya proyek TPT tersebut mulai terkuak.

Menurut Kepala Desa Kodik dalam keterangannya menyatakan proyek tersebut hancur dikarenakan volume air yang besar ( banjir ) merendam bangunan TPT.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“kamu tidak tahu ya dek kalau disini itu banjir, itu penyebab utamanya,” alibi Kepala Desa Kodik.

Baca Juga :  Banyak Suami Tidak Bertanggung Jawab, Jadi Penyebab Janda di Kabupaten Pamekasan

Seolah lempar tanggung jawab terkait tekhnik membangun yang sempat diduga LSM PRIMA ( Peran Rakyat Indonesia Mengawasi Anggaran ) tidak sesuai dengan spesifikasi, Kepala Desa Kodik menyarankan agar koordinasikan langsung dengan Kepala Desa Mapper Kecamatan Proppo Pamekasan.

“biar lebih jelas besok pagi langsung temui Kepala Desa Mapper dek,” tambahnya.

Sedangkan dilain sesi wawancara terkait langkah yang akan diambil oleh LSM PRIMA, Slamet tetap akan melaporkan kejanggalan proyek tersebut kepada instansi audit.

Baca Juga :  Selamat Atas Dilantiknya Kepala Desa Mangar Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan

“kalau seperti itu jawaban Kepala Desa Kodik terkait ambruknya proyek tersebut, saya merasa janggal dan  tetap akan melaporkannya ke pihak instansi audit seperti Inspektorat dan BPK. Karena seperti keterangan saya pertama kegagalan proyek itu ada pasal yang menjeratnya sesuai dalam Undang – Undang Jasa Kontruksi tahun 2017 pasal 63, pasal 67 dan pasal 98,” tegas Slamet Riyadi Ketua DPD LSM PRIMA.

Baca Juga :  Lucunya BPN Sumenep Saat Tinjau Langsung Pantai di Gersik Putih, Ogah Sebut Objek ber-SHM Lautan

Dan hingga berita ini kembali di publish, Kepala Desa Mapper yang di berikan kuasa untuk menjawab terkait permasalahan proyek TPT tersebut, tidak bisa menemui dan saat dihubungi juga tidak memberikan jawaban. (mp/chn/zul)