Banyak Suami Tidak Bertanggung Jawab, Jadi Penyebab Janda di Kabupaten Pamekasan

Avatar
Ilustrasi (Google)

PAMEKASAN, Madurapost.co.idTingginya angka perceraian di Kabupaten Pamekasan Menyebabkan terciptanya janda baru setiap hari.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pamekasan, Imam Faruq, menurutnya, pernikahan dini dan minimnya tanggung jawab dari suaminya menjadi penyebab perceraian.

“Penyebabnya kebanyakan karena suami kurang tanggung jawab. Ada juga karena beban moral, dalam segi umur rata-rata ada yang masih muda dan perkawinan dini yang paling banyak,” tutur Imam Faruq saat dihubungi madurapost.co.id. Senin, (29/7/19).

BACA JUGA :  Warga Saronggi Sumenep Bacok Perut Sang Ipar Karena Tidak Terima Istrinya di Goda

Menurut Imam Faruq, rata rata usia perkawinan yang mendaftar Gugatan perceraian di Pengadilan Agama Pamekasan 5 tahun dan 7 tahun

“Rata-rata perkawinan masih berusia lima tahun itu sudah mengajukan perceraian ada juga yang tujuh tahun,”tambahnya.

Terkait maraknya angka perceraian di Kabupaten Pamekasan pihaknya menghimbau kepada mereka yang hendak melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan agar memahami terlebih dahulu Hukum membina rumah tangga dengan baik.

BACA JUGA :  Polda Jatim Turun Tangan, RSUDMA Sumenep Ketar Ketir

“Kebanyakan dari suami yang hendak menceraikan istrinya tidak mengetahui apa kewajiban suaminya setelah menceraikan,Sebagai orang yang beriman, kalau mau memasuki rumah tangga hendaknya betul-betul bertanggung jawab dan mengetahui secara detail hukum rumah tangga dengan sebaik-baiknya,”pungkasnya. (mp/lik/zul)