43 Desa yang Belum Updating DTKS di Bangkalan

  • Bagikan

BANGKALAN, MaduraPost – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan belum updating desa sebanyak 43 ke data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Pasalnya dari sejumla 281 desa di Bangkalan keseluruhan.Lalu, yang sudah terupdate dalam DTKS sebanyak 238 desa.

Untuk sementara masih tersisa 43 desa yang belum terupdate di DTKS. Hal ini disebabkan karena banyak kendala yang di alami Dinsos.

Sukardi selaku Linjamsos Dinsos Bangkalan membenarkan bahwa, memang ada 43 saat ini yang belum updating DTKS.  Di tambah lagi Dinsos banyak kegiatan menumpuk akhir-akhir ini.

BACA JUGA :  Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19 di Bangkalan, Dishub Cek Kesehatan Penumpang dan Petugas di Lapangan

“Jadi, Dinsos ini saking banyaknya kegiatan sampai saat ini sisa 43 itu belum updating ke DTKS,” ucap Sukardi saat ditemui awak media MaduraPost di ruangannya, Rabu (3/2/2021)

Selain itu pihaknya juga mengaku terkait sosialisasi sudah turun ke bawah untuk sosialisasi ke kecamatan-kecamatan di 18 kecamatan di Bangkalan.

Saat itu ia menghadirkan kepala desa dan operator desa dari masing-masing desa tersebut agar secepatnya bisa updating ke Dinsos.

BACA JUGA :  Keluarga Besar Kades Bira Tengah Mengucapkan, Dirgahayu RI Ke-75

“Tapi memang ada beberapa desa yang tidak hadir cuma saya yakin informasi sudah sampai ke desa. Oleh karena itu, desa yang belum updating itu sementara akan kami tinggal dulu ini juga agar mempercepat Updating kita di DTKS mas,” terang Sukardi

Kardi sapaan lekatnya juga menjelaskan penetapan DTKS di seluruh desa harus rampung minggu-minggu ini. Karena infonya Minggu kedua bulan februari ini harus sudah updating ke DTKS, cuma info mas masih belum surat.

BACA JUGA :  Pemkab Bangkalan Tertibkan Baliho Tidak Berizin, Termasuk Baliho Habib Rizieq

Proses Updating dari desa ke Dinsos saat ini sudah ditutup, tapi tidak menutup kemungkinan bisa saja desa mengirim ke pemerintah. Hanya pihaknya tidak menyanggupi akan ikut di periode ini.

“Jadi, kami nanti di online itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama mas karena kami juga butuh kroscek di capil di onlinenya itu, artinya setiap impor itu tidak cepat mas,” pungkasnya.

(mp/ady/rus) 

  • Bagikan