SUMENEP, MaduraPost - Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendatangi Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC), Kamis (22/10/2026), untuk menindaklanjuti kasus kematian pasien BPJS, Moh. Firman Ramadhani (22) yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

Kedatangan para wakil rakyat tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi. Sebelum menuju rumah sakit, ia mengajak anggota komisinya untuk turun langsung guna menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Ini saya mau turun langsung ke BHC. Ayo ke sana,” kata Mulyadi kepada MaduraPost, Kamis siang.

Namun, agenda sidak itu diwarnai ketegangan ketika sejumlah jurnalis yang hendak meliput kegiatan tersebut justru mendapat hambatan dari petugas keamanan rumah sakit.

Awak media yang berada di lokasi mengaku diundang oleh anggota Komisi IV DPRD Sumenep untuk mengikuti jalannya sidak. Meski demikian, mereka diminta menjelaskan kepentingannya sebelum diperbolehkan masuk ke area rumah sakit.

“Bapak kepentingannya apa?” tanya seorang petugas keamanan kepada jurnalis MaduraPost, MH Efendi.

Efendi kemudian menjelaskan, bahwa kedatangan awak media untuk menjalankan tugas jurnalistik sekaligus memenuhi undangan anggota dewan yang melakukan sidak.

Situasi sempat memanas. Sejumlah jurnalis terlibat adu argumen dengan petugas keamanan lantaran tidak dapat mengikuti kegiatan para anggota dewan di dalam rumah sakit.

Dalam situasi tersebut, petugas keamanan menyampaikan bahwa Direktur RS BHC Sumenep beserta pihak-pihak yang disebutnya tidak berada di tempat.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan di kalangan awak media mengenai pihak yang ditemui anggota Komisi IV DPRD Sumenep di dalam rumah sakit, sementara jurnalis yang hendak meliput justru tertahan di luar.

“Intinya, jika kami dilarang masuk, dasarnya apa? Kami diundang oleh teman-teman dewan,” kata MH Efendi.

Meski menghadapi hambatan, awak media tetap menghormati prosedur operasional standar (SOP) yang diterapkan pihak rumah sakit. Para jurnalis memilih menunggu di luar ruangan sembari berupaya memperoleh akses untuk melakukan peliputan.

Hingga berita ini ditulis, anggota Komisi IV DPRD Sumenep masih berada di dalam salah satu ruangan RS BHC Sumenep. Belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit mengenai alasan pembatasan akses peliputan tersebut maupun hasil sidak yang dilakukan para anggota dewan.***