Keluarga sebelumnya mempertanyakan penanganan medis yang diterima Dani sebelum meninggal dunia. Pertanyaan itu mencakup perubahan kondisi pasien dan tindakan medis yang diberikan selama menjalani perawatan.

Pada Jumat (16/10/2026), manajemen RS BHC Sumenp telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf kepada keluarga. Namun, penjelasan substantif mengenai penyebab kematian pasien belum diperoleh media ini.

Sebelumnya, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa investigasi internal masih berlangsung. Karena itu, hasil pemeriksaan tersebut menjadi salah satu hal yang dinantikan untuk menjelaskan rangkaian kejadian sebelum pasien meninggal dunia.

Selain manajemen rumah sakit, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep juga telah dimintai konfirmasi terkait penelusuran kasus tersebut.

Namun, hingga berita ini disusun, media ini belum memperoleh penjelasan substantif mengenai hasil pemeriksaan atau langkah lanjutan yang telah dilakukan.

MaduraPost masih membuka ruang konfirmasi bagi Direktur RS BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, Manager Humas dan Marketing Sandra Rahestri, serta Dinkes P2KB Sumenep agar dapat memberikan keterangan mengenai perkembangan kasus tersebut.

Penjelasan dari pihak rumah sakit dan instansi terkait diperlukan untuk menjawab pertanyaan keluarga sekaligus memberikan informasi yang utuh kepada publik.***