Namun, menurut informan, ketidakhadiran direktur dalam kunjungan itu menjadi persoalan tersendiri di internal rombongan.

Informan menyebut Sandra Rahestri sempat menggerutu karena dr. Tedjo Wahyu Putranto tidak hadir dalam momen silaturahmi tersebut.

Di luar cerita mengenai kunjungan itu, persoalan yang lebih mendasar tetap menunggu jawaban.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Dani selama mendapatkan pelayanan medis di RS BHC Sumenep?

Pertanyaan tersebut kini tidak hanya menjadi perhatian keluarga, tetapi juga memantik rasa penasaran warga sekitar. Penjelasan yang terbuka dari pihak rumah sakit dibutuhkan agar persoalan ini tidak terus berkembang menjadi spekulasi.

Kunjungan ke rumah duka memang menjadi salah satu bentuk perhatian kepada keluarga yang kehilangan. Namun, untuk menjawab pertanyaan yang muncul setelah kematian Dani, publik masih membutuhkan penjelasan yang jelas mengenai kronologi perawatan dan dasar medis yang dapat dipertanggungjawabkan.

MaduraPost masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak RS BHC Sumenep mengenai informasi ketidakhadiran direktur dalam kunjungan tersebut, termasuk tanggapan Sandra Rahestri dan dr. Tedjo Wahyu Putranto atas persoalan yang berkembang.***