Bagi Fauzi, kebersamaan dalam kegiatan keagamaan tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antarelemen pemerintahan sekaligus memperkuat komitmen pelayanan publik.

“Semoga kebersamaan dalam doa ini semakin memperkuat persatuan, meningkatkan semangat pengabdian, serta membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Sumenep,” tuturnya.

Pemkab Sumenep juga menetapkan mekanisme pelaporan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai arahan. Setiap OPD diminta menyerahkan laporan pelaksanaan beserta dokumentasi kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat sebagai bahan pemantauan dan evaluasi.

“Yang jelas, pembacaan Surat Al-Waqi’ah sebanyak 111.111 kali ini diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep dan Hari Santri Nasional 2026, tetapi memperkuat semangat spiritual dan kebersamaan seluruh elemen pemerintahan dalam mengabdi kepada masyarakat,” pungkas Bupati.

Melalui agenda ini, Pemkab Sumenep berupaya menyatukan peringatan hari jadi daerah dan Hari Santri Nasional dalam satu gerakan spiritual yang melibatkan birokrasi hingga pemerintahan desa.

Harapannya, doa bersama tersebut berjalan seiring dengan ikhtiar nyata dalam membangun daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.***