“Pihak manajemen dipanggil Buya Said, sudah berangkat, berikut jajarannya baru saja berangkat,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kepastian waktu kembalinya jajaran manajemen, Fauroq menjawab tidak tahu.
“Tidak tahu kalau itu, soalnya tidak menentu waktunya," katanya.
Keterangan tersebut menjelaskan mengapa upaya menemui manajemen belum membuahkan hasil. Namun, belum ada penjelasan resmi yang memastikan agenda pemanggilan tersebut berkaitan langsung dengan kasus meninggalnya Deni.
Informasi mengenai investigasi internal yang belum rampung juga perlu diperjelas melalui keterangan resmi pihak rumah sakit.
Hasil pemeriksaan tersebut penting untuk menjawab pertanyaan mengenai kronologi perawatan dan kesesuaian tindakan medis dengan standar yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, penjelasan lengkap dari manajemen RS BHC dan Dinkes P2KB Sumenep mengenai perkembangan pemeriksaan kasus tersebut belum diperoleh.
Publik kini menunggu bukan sekadar janji tindak lanjut, melainkan penjelasan yang terbuka dan berbasis hasil pemeriksaan. Keluarga pasien berhak memperoleh informasi yang layak, sementara setiap dugaan persoalan pelayanan perlu diuji secara objektif agar tidak berhenti pada saling tunggu keterangan.***