Syaiful menilai penguasaan dasar teknologi pembelajaran perlu diperkuat agar pendidik tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.

"Para guru butuh treatment untuk mendapatkan fundamental knowledge tentang digitalisasi pembelajaran," katanya.

Misbahus Zaman, guru SMAI Hubaibah yang mengikuti kegiatan tersebut, berharap pelatihan serupa tidak hanya dilaksanakan sekali. Menurutnya, peningkatan kapasitas pendidik masih diperlukan agar kualitas pembelajaran di wilayah kepulauan terus berkembang.

"Semoga ke depan kegiatan ini terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru di kepulauan," ujarnya.

Dukungan terhadap peningkatan kompetensi guru juga disertai tuntutan agar program memiliki keberlanjutan. Tenaga Ahli Bupati Sumenep, Prof. Mohammad Ali Al-Humaidy, mengingatkan bahwa kegiatan pengembangan sumber daya manusia perlu menghasilkan perubahan nyata, bukan sekadar memenuhi agenda program.

"Harapan kami, kegiatan ini tidak semata-mata seremonial, namun benar-benar ditindaklanjuti dengan program-program yang lebih konkret," katanya.

Ia mendorong adanya diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) setelah pelatihan. Forum tersebut dapat digunakan untuk menggali persoalan yang dihadapi guru di lapangan, kemudian menyusun langkah penyelesaian bersama masyarakat.

Usulan penguatan program juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Sumenep, Abd. Wasid. Ia menilai peningkatan kemampuan pendidik merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang lebih baik.

Wasid turut mendorong pengembangan pelatihan ke arah pembuatan media pembelajaran digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, seiring perubahan kebutuhan pendidikan.