Menurutnya, hal itu dilakukan agar pengaduan memiliki dasar yang jelas dan dapat ditindaklanjuti secara kelembagaan.
Sementara itu, Ketua BK DPRD Pamekasan, Mohamad Ali Fikri, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebutkan, surat pengaduan telah diterima sejak 18 Desember 2025.
“Benar, kami menerima laporan resmi secara tertulis. Selanjutnya akan kami kaji, telusuri, dan diproses sesuai mekanisme serta ketentuan yang berlaku,” katanya.
BK DPRD, lanjut Ali Fikri, akan menjalankan tugasnya secara profesional dan objektif dalam menindaklanjuti setiap laporan dugaan pelanggaran etik yang masuk.***