“Yang terlihat memukul ada tiga orang. Kondisi paman saya cukup parah, wajahnya diinjak hingga tersungkur. Matanya bengkak, bagian belakang kepala dan punggungnya juga mengalami luka,” jelasnya.

Aksi pengeroyokan tersebut baru berhenti setelah sejumlah warga datang melerai. Korban kemudian pulang ke rumah dalam kondisi luka-luka dan langsung mendapatkan perawatan medis.

Hingga kini, motif pengeroyokan masih belum diketahui. Pihak keluarga mengaku korban tidak memiliki permasalahan dengan para pelaku dan menduga kejadian tersebut sudah direncanakan.

“Paman saya sendiri mengaku tidak tahu apa kesalahannya. Kejadiannya sangat cepat dan terkesan sudah dipersiapkan,” kata Asmi.