Setiap ibadah haji yang dilakukan umat Islam di Mekkah merupakan penghormatan atas pengorbanan Ibrahim dan keluarganya—dari pembangunan Ka’bah hingga kisah penyembelihan Ismail yang berakhir dengan penyembelihan hewan kurban.

Hari ini, ketika nama Ibrahim disebut, dunia mengingat seorang nabi yang doanya dijawab dengan turunnya nabi-nabi besar. Dunia mengingat seorang lelaki yang rela meninggalkan anak dan istri demi ketaatan kepada perintah Allah.

Dunia mengingat seorang ayah, pemimpin, dan kekasih Allah yang kisah hidupnya menjadi fondasi sejarah peradaban iman umat manusia.

Ibrahim bukan hanya bagian dari sejarah—ia adalah simpul yang menyatukan tiga agama besar, dan cahaya yang memancar dalam gelapnya zaman, hingga hari ini.***