Lebih dari itu, beliau adalah seorang pemimpin yang visioner, seorang Islamis sekaligus nasionalis yang mampu merangkul semua pihak. Tak heran, pengaruhnya begitu besar, tidak hanya di Madura tetapi juga di kancah nasional.

Sejarah mencatat, Kiai Bakir berada di garis depan perjuangan rakyat Madura dalam melawan kolonialisme.

Dengan semangat jihad, ia menggerakkan santri dan masyarakat untuk menentang penjajahan, baik melalui perlawanan fisik maupun strategi diplomasi yang cerdas.

Atas keberaniannya, Bung Karno menghadiahkan dua burung Garuda raksasa yang hingga kini masih terpasang di gerbang Pondok Pesantren Banyuanyar.