PAMEKASAN, MaduraPost – Direktur Indonesian Analysis Politi and Policy Consulting (Ide@), Samhari, menyoroti dampak serius yang dialami nelayan akibat hilangnya jaring mereka selama survei migas di perairan wilayah utara Kabupaten Pamekasan.
Menurutnya, kejadian ini tidak hanya merugikan nelayan secara ekonomi, tetapi juga mengancam keberlangsungan mata pencaharian mereka.
"Hilangnya jaring ikan akibat survei migas ini bukan masalah sepele. Nelayan sangat bergantung pada alat tangkap mereka. Jika jaring hilang atau rusak, itu berarti mereka kehilangan sumber penghasilan utama," ujar Samhari, Kamis (6/2).
Ia menjelaskan, harga satu jaring ikan bisa mencapai jutaan rupiah, dan tanpa kompensasi yang jelas, nelayan terpaksa menanggung kerugian besar.
"Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga kesejahteraan keluarga mereka. Jika nelayan tidak bisa melaut, otomatis mereka kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari," tambahnya.