Dari puncak mercusuar, pengunjung dapat menikmati panorama Selat Madura, Pelabuhan Kamal, hingga megahnya Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Madura dengan Surabaya.
Pada awalnya, lampu mercusuar ini menggunakan bahan bakar minyak.
Namun, seiring perkembangan zaman, sistem pencahayaan telah diperbarui menjadi otomatis menggunakan teknologi modern, membuatnya tetap aktif hingga saat ini.
Mercusuar ini hingga kini masih berfungsi sebagai penunjuk arah bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Madura.
Dengan perairan yang kerap dilanda cuaca buruk, kehadiran Mercusuar Sembilangan sangat penting untuk menjaga keselamatan para pelaut.
Selain itu, mercusuar ini juga menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik perhatian banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Selain itu, Mercusuar Sembilangan bukan hanya sekadar menara penjaga laut. Ia adalah simbol kejayaan maritim Indonesia di masa lalu.
Sebagai salah satu peninggalan kolonial, mercusuar ini terus dirawat oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Indonesia, memastikan fungsinya tetap terjaga di era modern.
Bagi masyarakat Bangkalan dan Madura pada umumnya, mercusuar ini adalah kebanggaan.