PAMEKASAN, MaduraPost - Kasus dugaan pelanggaran etika muncul di Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, terkait keterlibatan oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam politik praktis.
Salah satu warga penerima PKH, berinisial TF, mengaku mendapat ancaman dari pendamping PKH jika ia tidak mendukung pasangan calon (Paslon) nomor urut 01, Fattah Jasin dan Mujahid Anshori (Tauhid), maka bantuannya tersebut akan dicabut.
TF mengungkapkan bahwa oknum tersebut mendatanginya secara langsung, meminta ia dan keluarganya mendukung Paslon Tauhid. Jika menolak, TF diberitahu bahwa bantuan PKH yang selama ini diterimanya akan dihentikan.
"Saya merasa tertekan. Dia bilang kalau saya tidak mendukung Paslon 01, bantuan PKH saya bisa dicabut. Padahal bantuan itu sangat penting bagi keluarga saya," ungkap TF, Selasa (20/11).
Menurut TF, ancaman serupa juga dialami oleh beberapa warga desa lain di wilayah kecamatan ini. Mereka mengaku merasa takut dan bingung, karena kebutuhan ekonominya sedikit memang bergantung pada bantuan PKH untuk kebutuhan sehari-hari.