Ia memeluk Islam dengan ikhlas dan penuh keyakinan, menjadi salah satu orang yang pertama kali menerima Islam setelah Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, dan Utsman bin Affan.

Sebagai seorang Muslim yang baru, Abu Ubaidah tidak luput dari ancaman dan tekanan kaum Quraisy. Ia menghadapi cobaan berat karena harus hidup di tengah-tengah masyarakat yang menentang ajaran Islam.

Meski demikian, keteguhan iman Abu Ubaidah membuatnya tidak gentar menghadapi ancaman. Ia dengan tenang mempertahankan keyakinannya tanpa perlu memicu konflik atau permusuhan dengan keluarganya dan kaumnya.

Keislaman Abu Ubaidah mengantarkannya untuk menjadi seorang sahabat yang sangat dekat dengan Nabi Muhammad. Dikenal sebagai sosok yang jujur, berani, dan dapat dipercaya, ia sering dipercaya oleh Rasulullah dalam berbagai tugas.