Hamnah berkata kepada Sa’ad, “Aku tidak akan makan dan minum hingga kau meninggalkan agamamu, atau aku mati, dan semua orang akan mencelamu sebagai anak yang membunuh ibunya.”

Sa’ad sangat menyayangi ibunya, tetapi ia lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya. Ia menolak untuk mengingkari imannya dan dengan tegas berkata kepada ibunya,

“Demi Allah, wahai Ibu, sekalipun engkau memiliki seratus nyawa yang keluar satu per satu, aku tidak akan meninggalkan agama ini.”

Keteguhan Sa’ad dalam mempertahankan keimanannya akhirnya membuat ibunya menghentikan aksinya.

Meskipun kecewa, ia mulai menyadari bahwa Sa’ad tak akan kembali ke agama lamanya, dan perjuangan Sa’ad ini menjadi inspirasi dalam Al-Qur'an yang mengisahkan tentang kewajiban berbakti kepada orang tua, tetapi tetap mempertahankan keimanan.