Di usia 17 tahun, Sa’ad bertemu dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang baru saja masuk Islam. Abu Bakar melihat potensi dalam diri Sa’ad dan mengajaknya untuk bertemu Rasulullah SAW.

Di hadapan Rasulullah, Sa’ad mendengarkan dakwah Islam dan diajak untuk beriman kepada Allah Yang Maha Esa. Dengan hati yang terbuka, Sa’ad menerima Islam tanpa ragu, menjadikannya salah satu orang yang pertama kali masuk Islam.

Keputusan Sa’ad untuk memeluk Islam memancing reaksi keras dari ibunya, Hamnah binti Sufyan, yang sangat mencintai Sa’ad dan merasa kecewa dengan keputusan tersebut.

Sang ibu bahkan melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes, berharap agar Sa’ad kembali ke agama leluhur mereka.