Achmad Baidowi, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), merespon keluhan tersebut dengan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah insentif guru ngaji di Pamekasan.
“Sebenarnya APBD bisa mengcover dan memberikan perhatian kepada guru ngaji dan Madin, tetapi dalam tiga tahun terakhir tidak ada. Ini harus dicari dulu akar masalahnya,” ujar Achmad Baidowi.
Wakil Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang tinggal di Dusun Sumber Papan II, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan ini menekankan pentingnya peran guru ngaji dan Madin dalam mendidik akhlak anak bangsa dari nol.
Oleh karena itu, Achmad Baidowi berjanji akan mengalokasikan APBD untuk insentif guru ngaji dan Madin jika terpilih menjadi Bupati Pamekasan.