PAMEKASAN, MaduraPost - Tokoh Masyarakat Pantura di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Akhmad Buhari, mengungkapkan keprihatinannya terkait pendistribusian dua jenis pupuk subsidi, urea dan phonska.

Menurut Buhari, proses distribusi pupuk tersebut dinilai tidak transparan dan menjadi masalah tahunan yang terus berulang tanpa ada solusi yang jelas.

Buhari mengungkapkan bahwa masalah ini diduga kuat menjadi bancakan para oknum distributor dan kroni-kroninya.

"Setiap tahun kita selalu menghadapi masalah yang sama. Pendistribusian pupuk subsidi tidak transparan dan diduga ada permainan dari oknum distributor serta kroni-kroninya," ujar pria yang dikenal sebagai Bos Pantura.

Menurutnya, meskipun sudah ditetapkan dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), penerima pupuk subsidi di lapangan masih belum jelas. Banyak petani di bawah yang masih merasakan kelangkaan pupuk tersebut.