Namun, yang paling menonjol adalah kesantunan dan sikap beradabnya.
“Sampai sekarang, jika dibutuhkan oleh guru dan pesantren, aktivitas lain ditinggalkan. Ini keistimewaan Bapak Achmad Baidowi,” tutur Kiai Tijani.
Sebagai seorang politisi, Baidowi tidak hanya dikenal sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai sosok yang memperjuangkan hak-hak warga dan pesantren di Madura.
Oleh karena itu, Kiai Tijani merasa senang mendengar bahwa Baidowi akan maju sebagai Bupati Pamekasan pada Pilkada 2024.
“Saya sangat setuju jika beliau turut mencalonkan diri sebagai calon Bupati. Melihat perjalanan karir politik dan latar belakang pendidikannya, beliau memang layak menjadi Bupati,” ungkap Kiai Tijani.