Namun, ada satu cerita yang cukup memprihatinkan tentang masa lalu Baidowi.
“Dulu Bapak Achmad Baidowi kurus, kiriman uang dari orang tua beliau sering terlambat. Hampir satu bulan beliau tidak memiliki uang dan kesehariannya 'Ngampong Ngakan' alias makan gratis,” kenang Kiai Tijani.
Baca Juga:Jadi RS Swasta Pertama, Dinkes Pamekasan Puji Klinik Rawat Inap Meilia Cepat Urus Akreditasi
Kini, melihat Baidowi yang telah sukses, Kiai Tijani merasa bangga dan turut berbahagia.
Baidowi dikenal berbeda dengan santri lain. Selain cerdas dan aktif bertanya di kelas, ia juga sangat menggemari sepak bola.