Namun, ada satu cerita yang cukup memprihatinkan tentang masa lalu Baidowi.

“Dulu Bapak Achmad Baidowi kurus, kiriman uang dari orang tua beliau sering terlambat. Hampir satu bulan beliau tidak memiliki uang dan kesehariannya 'Ngampong Ngakan' alias makan gratis,” kenang Kiai Tijani.

Kini, melihat Baidowi yang telah sukses, Kiai Tijani merasa bangga dan turut berbahagia.

Baidowi dikenal berbeda dengan santri lain. Selain cerdas dan aktif bertanya di kelas, ia juga sangat menggemari sepak bola.