Karier militernya yang cemerlang melintasi medan perang dan jabatan strategis dalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) mencerminkan kemampuannya dalam memimpin dan mengambil keputusan di situasi kritis.

Meskipun karier militernya berakhir pada 1998, pengalaman dan keterampilan yang didapatkan telah membentuk dasar yang kuat bagi perjalanan politiknya.

Kegagalan dalam konvensi Calon Presiden Golkar pada 2004 dan kekalahan dalam pemilihan presiden tahun 2014 dan 2019 tidak mematahkan semangatnya.

Prabowo terus berupaya dan akhirnya pada tahun 2024, lewat kombinasi strategi politik yang matang dan menggandeng Gibran Rakabuming Raka, Prabowo berhasil memenangkan hati rakyat dengan meraih 96,2 juta suara, atau 58,6% dari suara nasional.