Api itu memilih untuk tetap menyala, menemani anak cucu Ki Moko hingga akhir zaman, sebagai penjaga dan pemberi kehangatan kepada mereka.

Hingga hari ini, api di Desa Larangan Tokol masih menyala, menjadi simbol abadi dari kisah cinta, kesaktian, dan keajaiban.

Kisah Ki Moko tidak hanya tetap relevan sebagai cerita rakyat tetapi juga sebagai atraksi yang menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun internasional, yang tertarik dengan keunikan dan keajaiban sejarah Madura.***