Bahkan, kata dia, dalam analisis dokter spesialis mata juga memperkuat kesimpulan bahwa Bahriyah tidak benar-benar buta.
Dari itu, Ongky menekankan bahwa berita tidak boleh menggunakan kata-kata ambigu yang dapat menimbulkan kesalahpahaman. Sebab penggunaan kata "buta" dalam judul berita telah menimbulkan perdebatan.
Dari itu, ia mendorong media yang menggunakan kata "buta" untuk melakukan koreksi dan menggali fakta yang sesungguhnya. Sebagai bagian dari tanggung jawab jurnalistik, penting bagi media untuk menjaga akurasi dan kebenaran dalam setiap pemberitaan.
"Kasus ini juga menjadi pembelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya memahami fakta dengan baik sebelum menyebarkannya," ujarnya.