PAMEKASAN, MaduraPost - Ketua Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Ongky Arista UA, menegaskan kekhawatirannya terhadap penggunaan kata "buta" dalam beberapa berita terkait kasus yang menjerat tersangka kasus tanah nenek Bahriyah di Pamekasan.
Dalam pernyataan resmi, Ongky menyampaikan keresahannya atas proses akurasi berita dan perlunya klarifikasi terkait fakta yang sebenarnya.
"Bahriyah ternyata tidak benar-benar buta, melainkan masih memiliki kemampuan penglihatan," kata Ongky, Jumat (29/3).
Berbagai bukti, lanjut pria asal Sumenep itu, seperti video Bahriyah melipat baju, konfirmasi dari wartawan, serta analisis gerak mata oleh dokter spesialis mata, membuktikan bahwa Bahriyah tidak mengalami kebutaan.
"Sejumlah konfirmasi, baik dari wartawan maupun dari keluarga Bahriyah, menyatakan bahwa Bahriyah masih memiliki kemampuan penglihatan," jelasnya.