SAMPANG, MaduraPost - Dibalik kerimbunan Hutan Kera Nepa di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, tersembunyi kisah heroik Raden Segoro dan ibu kandungnya, Dewi Ratna Rorogung, yang berhasil lolos dari usaha pembunuhan yang diperintahkan oleh Maharaja Kerajaan Medang, Prabu Sangyangtunggal.

Kisah ini tidak hanya membuka lembaran sejarah tetapi juga menjelaskan asal-usul hutan yang kini menjadi tempat berkumpulnya kera-kera jinak dan destinasi wisata unik.

Patih Pranggulang, sang pelaksana perintah pembunuhan, berubah hati setelah menyadari ketidakbersalahan Dewi Ratna dan memutuskan untuk melindunginya.

Mereka berdua, bersama bayi Raden Segoro, berpindah-pindah mencari perlindungan dalam kedalaman hutan dan akhirnya menetap di sebuah pemukiman yang dikelilingi oleh hutan bakau.

Seiring berjalannya waktu, Raden Segoro tumbuh besar dan berhasil berdamai dengan kakeknya, Prabu Sangyangtunggal, namun tak lama setelah pertemuan itu, Prabu harus kembali ke kerajaan untuk menghadapi ancaman musuh.