PROBOLINGGO, MaduraPost – Proyek pembangunan pos jaga perlintasan kereta api (JPL) di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, menjadi sorotan masyarakat.
Pasalnya, fondasi bangunan tampak keropos, sementara dinding pos terlihat miring, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas konstruksinya.
Proyek ini merupakan bagian dari program pembangunan pos jaga perlintasan kereta api oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Surabaya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan ada tiga titik pembangunan, yakni satu di Kecamatan Tongas dan dua lainnya di Kecamatan Leces, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024.
Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Macan Kumbang menilai kurangnya pengawasan menjadi penyebab utama lemahnya kualitas proyek ini.