Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ mengatakan, keterlibatan kampus dalam pelestarian budaya merupakan tanggung jawab akademik. Ia menilai perguruan tinggi dan pemerintah daerah tak bisa absen dalam urusan kebudayaan.
“Kalau bukan lembaga pendidikan dan pemerintah daerah yang ikut bertanggung jawab, lalu siapa lagi?” ujar Safi’.
Ia mengakui keterbatasan fasilitas kebudayaan yang dimiliki UTM, baik ruang maupun koleksi. Namun, ia menekankan bahwa langkah awal menjadi penentu keberlanjutan.
“Ruang masih terbatas, koleksi juga belum banyak. Tapi yang penting inisiatifnya. Dari situ pengembangan bisa dilakukan,” kata dia.