Syaikhona Kholil adalah sosok ulama dan guru bangsa yang membentuk karakter pejuang seperti KH Hasyim Asy’ari. Keteladanan beliau harus menjadi energi spiritual bagi generasi muda Madura,” tambahnya.

Ambar menegaskan bahwa semangat kepahlawanan tidak boleh padam. Di setiap bidang kehidupan mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga politik nilai juang dan keikhlasan harus terus ditanamkan.

Perempuan Madura tidak boleh hanya bangga dengan masa lalu. Kita harus hadir sebagai pelaku perubahan hari ini berani, tangguh, dan berkontribusi nyata untuk daerah,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Ambar mengajak masyarakat Bangkalan memperingati Hari Pahlawan dengan aksi nyata, seperti kegiatan sosial, gotong royong, atau menanam pohon sebagai wujud kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.