“Ini kabar gembira bukan hanya bagi masyarakat Madura, tetapi juga bagi seluruh elemen bangsa, karena Syaikhona Kholil telah mencatat sejarah besar dalam peradaban Islam dan perjuangan negeri ini,” imbuhnya.

Lahir di Bangkalan sekitar tahun 1820, Syaikhona Kholil dikenal sebagai ulama ahli fikih, tasawuf, dan tokoh spiritual bangsa yang mengajarkan pentingnya cinta tanah air sebagai bagian dari iman. Dengan pendekatan dakwah dan pendidikan, beliau menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah penjajahan, membentuk generasi santri yang berani, berilmu, dan berakhlak.

Kini, dengan gelar Pahlawan Nasional, nama Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan diabadikan dalam sejarah Indonesia sebagai ulama pejuang yang berjuang dengan ilmu, keikhlasan, dan ketulusan hati untuk agama dan bangsa.

Penganugerahan ini bukan hanya penghormatan atas jasa beliau, tetapi juga pengingat bagi generasi muda bahwa ilmu dan perjuangan yang tulus tak pernah lekang oleh waktu.