“Seharusnya kalau memang program pemerintah, harus ada papan informasi kegiatan. Tapi ini tidak ada, pekerjaan asal-asalan, seperti proyek tadah air saja. Terlihat hanya untuk meraup keuntungan besar,” ungkap warga, Kamis (11/9/2025).

Menurut warga, pembangunan tersebut jelas tidak sesuai dengan juknis program P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) maupun HIPPA.

Akibatnya, proyek tidak memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bahkan menimbulkan kekecewaan.

“Masyarakat merasa dibohongi. Kalau memang program pemerintah, harusnya transparan dan jelas peruntukannya,” tegasnya.