Pihaknya menuding, laporan itu diduga kuat memiliki unsur politik guna menjatuhkan namanya menjelang Sampang+2024" class="inline-tag-link">Pilkada Sampang 2024 yang akan digelar dalam waktu dekat ini.
"Saya juga diperiksa pada (26/7/2024) lalu, dan kagetnya waktu itu penyidik memberitahukan alat bukti berupa foto leher seseorang yang terdapat bekas goresan senjata tajam. Alat bukti itu bohong, faktanya saya tidak pernah mengalungkan sajam ke leher orang," kata Aulia Rahman dalam keterangannya pada media, Rabu (7/8).
Di samping itu, Aulia Rahman merasa geram terhadap pelayanan Sampang" class="inline-tag-link">Polres Sampang, lantaran saat izin meminta identitas pelapor malah diarahkan agar mencari sendiri.
"Saya meminta nama atau identitas pelapor sebagai upaya lapor balik tapi tidak diberi, seakan ditutupi. Jadi laporan balik ini masih belum berjalan," kata dia menegaskan.