SAMPANG, MaduraPost - 'Sudah jatuh, tertimpa tembok' Itulah pribahasa yang layak untuk Caleg DPR RI Dapil Jatim XI dari PKS Nomor urut 9 Ahmad Azhar Moeslim.
Ingin menjadi anggota DPR RI dengan cara yang instan, Azhar dengan kemampuan finansialnya diharapkan mampu membeli segalanya, termasuk membeli suara melalui H.Slamet Junaidi.
Kasus bermula saat H. Slamet Junaidi atau yang akrab dipanggil H. Idi yang merupakan mantan Bupati Sampang menjanjikan perolehan suara 35.000 untuk Azhar dengan kompensasi uang Rp 1 Miliar.
H.Muhammad Toha atau yang akrab dipanggil H. Toha yang tergiur dengan penawaran tersebut langsung menemui H.idi di rumahnya di Bogor. Pada saat itu H. Idi masih menjabat sebagai Bupati Sampang.
Setelah ada kesepakatan antara H. Idi dan H. Toha sebagai teman dari Azhar, akhirnya uang yang diminta H. Idi sebesar Rp 1 Miliar di transfer oleh orang kepercayaan Azhar ke nomor rekening BRI atas Nama Slamet Iwan Supriyanto.