SAMPANG, MaduraPost - Penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, sarat masalah. Salah satu temuan yang banyak terjadi di bawah kartu ATM diduga dikondisikan sehingga tidak dipegang penerima.

Hal ini disampaikan sekelompok aktivis yang tergabung dalam Lembaga Independen Bersih Anti Suap (Libas88) saat menggelar audiensi ke Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, dengan sampel temuan carut-marutnya penyaluran PKH di Desa Dharma Camplong yang dialami keluarga penerima manfaat (KPM) Rosidah (35).

Sejak program ini berjalan, Rosidah mengaku tidak pernah mengetahui wujud kartu dan uang bantuan PKH tersebut, terhitung sejak tahun 2021 sampai 2023. Hal tersebut diduga dilakukan oleh oknum perangkat desa dan pendamping PKH.

"Kami tetap menuntut dan minta dipertanggungjawabkan kepada oknum pendamping PKH supaya uang yang sudah cair dikembalikan dengan utuh," pintanya.

Sementara itu, Busiri selaku Korcam Pendamping PKH di Kecamatan Camplong mengaku tidak pernah mengajukan penggandaan ataupun bentuk lain untuk mencairkan uang bantuan PKH milik KPM binaannya.