"Kami menduga bahwa ada permainan dibawah, karena tidak ada tranparansi dari pihak panitia BPD, banner pendaftaran di copot dalam waktu 1 hari, di Desa Paseyan. Ini pemilihan BPD gak sehat, jangan sampai sistem orde baru muncul dari pedesaan sehingga akan menyebar kemana - mana, layaknya Virus yang menjalar atau yang menyebar luas, kami sangat kecewa adanya monopoli seperti itu mas," kata Adam, Jum'at (10/3/2023).
Menurut Adam, bahwa pendaftaran pemilihan BPD di Desa Paseyan istilahnya ada main maling malingan, lebih parahnya lagi sampai banner itu dicopot pada waktu itu mas.
"Saya berharap agar pemerintah daerah agar melakukan tindakan yang tegas terhadap yang memonopoli BPD tersebut," pintanya.
Hal senada yang diungkapkan oleh Subaidi salah satu warga setempat dan sekaligus yang mencalonkan diri sebagai anggota BPD Desa Paseyan, membenarkan adanya Bunner yang hilang dan di pasang sore dan paginya sudah hilang, sehingga diduga ada terindikasi kepada calon yang lain supaya calon yang lain tidak bisa mencolonkan diri.