Bahkan K.Ali Salim menilai bahwa perubahan tempat dari Lapangan Garuda ke rumah kediaman K.Kholil Muhammad adalah bentuk pengangkangan etika terhadap para ulama yang mengundang pasangan AMIM melakukan Kampanye di Pamekasan.

"Ini adalah etika, karena yang mengundang adalah Para ulama Bukan K.Kholil Muhammad, tapi dirampas oleh K.Kholil Muhammad," Kata K.Ali Salim dalam Bahasa Madura.

Bahkan menurut K.Ali Salim, Persoalan tersebut bukan sekedar persoalan politik atau Pilpres, Tapi lebih pada soal etika.

Atas persoalan tersebut, Apabila paslon AMIN hanya diarahkan ke satu tempat yaitu Kediaman k.Kholil Muhammad, K.Ali Salim mengajak para pendukung untuk memblokade pasangan AMIN agar tidak bisa masuk ke kediaman K.Kholil Muhammad dengan membawa senjata lengkap.