Karena menurut sulaisi, Kiblat perjuangan PPP sangat ditentukan oleh fatwa dan arahan dari para ulama, maka apabila dalam Pilkada Pamekasan PPP memaksakan diri berduet dengan kader PDIP, maka kiblat PPP beralih dari ulama ke Kepala Banteng.
Hal ini yang menurut Sulaisi akan berpotensi menyebabkan kekalahan Achmad Baidowi di Pilkada Pamekasan.
"Tidak pernah ada satu kalipun sejarah Kepala Banteng bisa mendongak di Kabupaten Pamekasan, Sampai saat ini," Lanjutnya.
Duet PPP dengan Kader PDIP di Kabupaten Pamekasan menurut sulaisi bukan lagi karena kepentingan Ummat, melaikan karen Faktor X yang bisa menyebabkan arah perjuangan PPP tidak sejalan dengan kepentingan Ulama.