"Kami berharap dengan adanya produk Kopi-Bang, masyarakat Desa Bajang, khususnya ibu-ibu PKK, dapat lebih berdaya dan mampu mengoptimalkan potensi lokal yang ada," ujarnya. Senin (05/08/24).

Melalui kegiatan FGD ini, Posko 25 tidak hanya mengenalkan produk inovatif, tetapi juga memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik pemasaran digital, sehingga produk "Kopi-Bang" dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Bajang.

Acara pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Bajang dengan diikuti oleh Perangkat desa dan Ibu PKK Desa Bajang.

Sementara itu, Kepala Desa Bajang Moh Mokri menyambut baik ide dan kreativitas yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN IAIN Madura untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat desa Bajang melalui produksi 'Kopi Bang'.