PAMEKASAN, MaduraPost - Kelompok Tani (Poktan) 'Sari Murni' di Dusun Tlangi 1, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, jadi salah satu poktan yang diduga jadi korban kecaman warga setempat.
Pasalnya dalam setahun, Poktan yang dipimpin Sumratun ini tercatat jatah pupuk yang diterimanya hanya berkisar 5 ton. Padahal di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 2022, kelompok ini tercatat mendapatkan jatah 62 ton.
Ketua Poktan Sari Murni Sumratun mengatakan, setiap penyaluran pupuk dirinya tidak bisa berbuat banyak setelah jumlah pupuk yang disalurkan menyimpang jauh dari jumlah semestinya.
"Setiap tahapan penyaluran saya hanya kadang hanya menerima 10 sak, kadang 20 sak dan paling banyak 23 sak. Semua jenis urea," kata dia kepada MaduraPost, Selasa (27/12).
Dia mengatakan, distributor yang menjadi wewenangnya adalah 'Tani Murni' beralamat di Desa Pakong, Kecamatan Pakong. Distributor ini kata dia, sudah sering ditanyakan tentang jatah pupuk yang diterima di bawah banyak yang diduga terjadi penyimpangan. Akan tetapi distributor ini terkesan tidak mau tahu.